HEMATOLOGI


Hematologi

                  

Hematologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang darah dan bagian penyusun darah.  Pemeriksaan hematologi dapat berupa pemeriksaan darah lengkap (nilai haemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit dan trombosit ) ataupun pemeriksaan kimia darah. Pemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk memeriksa komponen darah agar diketahui apakah kondisi dapat dikatakan normal atau  abnormal. Pemeriksaan darah lengkap dapat dilakukan secara manual ataupun menggunakan alat bantu (mesin) (Guyton dan Hall, 2008).
Menurut Handayani dan Haribowo (2008), Darah merupakan medium transport tubuh, volume darah manusia sekitar 7-10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter. Keadaan jumlah darah pada tiap-tiap orang tidak sama tergantung pada usia, pekerjaan serta keadaan jantung atau pembuluh darah. Darah terdiri dari 2 komponen utama yaitu sebagai berikut ;
1.    Plasma darah , bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit dan protein darah
2.    Butir-butir darah, yang terdiri atas komponen-komponen berikut yaitu
-          Eritrosit (sel darah merah)
-          Leukosit (sel darah putih)
-          Trombosit (butir pembeku darah)

Berikut beberapa contoh penyakit hematologi yaitu
1.     Anemia merupakan suatu kondisi jumlah sel darah merah atau kapasitas pembawa oksigen lebih rendah dari pada kebutuhan fisiologis tubuh. Anemia merupakan indicator dari nutrisi yang buruk dan kesehatan yang buruk serta menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Bila daya tahan tubuh rendah maka perlawanan terhadap infeksi mikroorganisme menjadi tidak kuat (Fadlaini,etal.,2017).
2.    Demam berdarah (DBD) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk. Nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah yaitu nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Patofisologis utama yang terjadi pada DBD yaitu peningkatan permeabilitas vaskuler dan permeabilitas vaskuler yang meningkat mengakibatkan kebocoran plasma, hypovolemia dan syok. Gangguan homostatis dapat menimbulkan trombositopenia sehingga memunculkan manifestasi pendarahan (Hidayat,etal.,2017)


Permasalahan
1.    Bagaimana perbedaan pemeriksaan hematologi secara manual dan menggunakan alat
2.    Bagaiamana makanisme obat anemia
3.    Mengapa pada pasien DBD  terjadi trombositopenia

Daftar pustaka

Fadlaini,S., D.B. Yaniftri dan Buchari. 2017. PENGARUH Anemia Terhadap Kegagalan Konversi Sputum Pada Penderita Tuberculosis Paru Kasus Baru Yang Menjalani Pengobatan Fase Intensif PPT RSUDZA Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Medisia. 02(02): 24-28.
Guyton,A.C dan J.E. Hall. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. EGC, Jakarta.
Handayani,W dan A.S. Haribowo. 2008. Hematologi. Salemba, Jakarta.
Hidayat,W.A., R. Yaswir dan A.W. Murni. 2017. Hubungan Jumlah Trombosit Dengan Nilai Hematokrit Pada Penderita Demam Berdarah Dengue Dengan Manifestasi Pendarahan Spontan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas.06(02): 446-451.

Komentar

  1. Hai nora, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Menutut Djunaedi (2005), Trombositopenia pada penderita DBD diduga terjadi
    melalui mekanisme kompleks imun yang didapatkan pada permukaan trombosit dan akibat penurunan produksi trombosit oleh sumsum tulang, peningkatan destruksi
    trombosit di reticulo endothelial system (RES), serta agregasi trombosit akibat endotel yang teraktivasi. Endotel vaskuler yang teraktivasi akibat infeksi virus dengue
    memberi peluang kepada trombosit dalam sirkulasi pembuluh darah untuk berinteraksi dengankolagen dalam lapisan sub-endotel yang kemudian memicu agregasi trombosit dan bermuara pada trombositopenia. Semoga membantuu

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Saya akan menjawab pertanyaan nmr 2
    Anemia biasanya disebabkan kurangnya kadar hemoglobin akibat kurangnya zat besi. Pengobatan anemia biasanya dengan cara pemberian suplemen yang mengandung zat besi dimana hal ini akan meningkatkan atau menormalkan kembali kadar hemoglobin. Zat besi yang masuk dalam sum sum tulang
    akan berikatan dengan eritrosit dan porfirin membentuk senyawa heme. Heme akan berikatan
    dengan globulin dan membentuk hemoglobin. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat dan
    membawa oksigen keseluruh tubuh sebagai bahan untuk melakukan proses siklus krebs.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Hai Nora. Saya akan menjawab permasalahan nomor 3. Trombositopenia pada infeksi dangue terjadi melalui mekanisme supresi sum sum tulang, destruksi dan pemendekan masa hidup trombosit. Penyebab trombositopenia pada DBD adalah akibat terbentuknya kompleks virus antibodi yang merangsang terjadinya agregasi trombosit. Agregasi tersebut melewati RES sehingga dihancurkan. Peningkatan destruksi trombosit di perifer juga merupakan penyebab tronbositopenia pada DBD.

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum nora , saya akan mencoba menjawab permasalahan no 2:
    menurut saya Anemia dapat terjadi sementara atau dalam jangka panjang, dengan tingkat keparahan yang bisa ringan sampai berat. Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (bagian utama dari sel darah merah yang mengikat oksigen) berada di bawah normal.

    BalasHapus
  7. Nora saya akan menjawab no 2. Anemia dapat trjdi semntara atau kronis dengan tingkat keparahan yang berbeda -beda

    BalasHapus
  8. Baiklah nora saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 yaitu mekanisme obat anemia salah satunya adalah anemia defisiensi zat besi. Maka mekanisme kerja obatnya adalah dengan menambah jumalah ion Fe (zat besi) di dalam darah sehingga kebutuhan ion Fe tercukupi dan akan mengurangi bahkan menyembuhkan anemia

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer